Skip to content
  • Beranda
  • Solutions
    • Security For Healthcare
    • Security For Financial Services
    • Security For Telecoms And Isps
    • Security For Retail
  • Blog
  • Hubungi Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Solutions
    • Security For Healthcare
    • Security For Financial Services
    • Security For Telecoms And Isps
    • Security For Retail
  • Blog
  • Hubungi Kami

Author: hadi s

August 17, 2025

Legacy Software di Ambang Bahaya: Kampanye Ransomware ‘Spray-and-Pray’ Menyasar Rejetto HFS 2.x

Pada Juli 2025, tim Imperva Threat Research mengidentifikasi lonjakan aktivitas mencurigakan yang menyasar server berbasis Rejetto HTTP File Server (HFS) versi 2.x. Ternyata ini adalah peluncuran kampanye malware masif—disebut Spray-and-Pray—yang memanfaatkan kerentanan kritis CVE-2024-23692, sebuah template injection server-side tanpa autentikasi dengan CVSS 9.8. Modus Operandi Serangan Para pelaku melakukan pemindaian masif untuk menemukan HFS 2.x yang rentan, dan dengan satu HTTP request khusus, template server dipaksa menjalankan macro exec melalui parameter search, memungkinkan eksekusi kode jarak jauh tanpa autentikasi. Data dari Imperva mencatat lebih dari 662 eksploitasi terhadap 55 domain pelanggan dalam beberapa hari. Payload yang Digunakan Malware yang diunggah termasuk: Farfli Trojan – downloader berbahaya (271 serangan), Zenpak Trojan (146 serangan), jqvtd Ransomware – jenis blocker (55 serangan). Semua sampel menunjukkan koneksi ke server C2 di Hong Kong, mengindikasikan koordinasi tingkat lanjut. Risiko dan Rekomendasi Mitigasi HFS 2.x sudah tidak lagi mendapat pembaruan; sehingga menjadi pintu masuk ideal bagi serangan. Imperva merekomendasikan: Meningkatkan ke versi HFS 3.x, yang lebih aman; Memblokir outbound HTTP ke IP asing yang mencurigakan; Menerapkan sanitasi pola berbahaya dan batasi penggunaan PowerShell; Letakkan HFS di balik VPN atau portal SSO untuk membatasi akses langsung dari internet terbuka. Tabel Ringkasan Serangan & Mitigasi Komponen Detail Kerentanan Rejetto HFS 2.x – SSTI (CVE-2024-23692), CVSS 9.8 Taktik Serangan Spray-and-Pray: pemindaian masal + RCE via search param Payload Farfli, Zenpak, jqvtd (ransomware/trojan) Lokasi C2 Hong Kong Mitigasi Utama Upgrade ke HFS 3.x, blokir HTTP ke unknown IP, VPN/SSO Kesimpulan Kampanye ransomware “Spray-and-Pray” yang menargetkan Rejetto HFS 2.x adalah alarm nyata bagi organisasi yang masih menggunakan software legacy tanpa patch dan eksposur internet terbuka. Penggunaan template injection membuktikan bahwa bahkan aplikasi sederhana dapat membawa risiko serius bila diabaikan. Langkah mitigasi yang proaktif sangat krusial—mulai dari peningkatan sistem, monitoring agresif, hingga pembatasan akses, demi mencegah serangan seperti ini. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
August 4, 2025

Lonjakan Aktivitas Siber Imperva Terkait Operasi Militer Regional: Analisis Tren & Ancaman Nyata

Menurut riset Imperva Threat Research pada 24 Juli 2025, terjadi peningkatan signifikan aktivitas siber yang parallel dengan eskalasi militer regional di kawasan Timur Tengah ([turn0search1]). Surges ini mencakup lonjakan trafik yang tidak biasa, baik di sisi lalu lintas web legal maupun serangan siber yang semakin agresif. Hubungan Antara Militer & Serangan Siber Imperva mencatat bahwa konflik geopolitik dan operasi militer secara langsung mendorong eskalasi aktivitas digital, termasuk percobaan intrusi, malware deployment, dan traffik DDoS dengan motif intelijen maupun penghancuran ([turn0search1]). Data network global mereka menunjukkan pola peningkatan serangan ke domain pemerintah, infrastruktur kritikal, serta organisasi media dan komunikasi. Karakter Serangan & Pola Spektrum Ancaman Jenis ancaman yang meningkat mencakup phishing yang ditargetkan terhadap instansi diplomatik, brute-force login ke portal pemerintah, eksfiltrasi data yang disamarkan pada trafik enkripsi, serta aksi defacement situs media proksi. Aksi ini menunjukkan bahwa aktor ancaman menggunakan kondisi turbulen geopolitik untuk menyamarkan aktivitas mereka. Dampak terhadap Pelanggan dan Infrastruktur Pelanggan Imperva yang berada di negara-negara rentan konflik mengalami lonjakan trafik siber yang bisa melewati sistem pertahanan konvensional. Imperva memperkuat pertahanan ini melalui solusi WAF, DDoS protection, bot mitigation, serta forensik log yang dapat mengidentifikasi pola lanjutan seperti traffic spike tiba-tiba dan indikator kompromi jaringan. Tabel Ringkasan Lonjakan Aktivitas Siber Aspek Rincian Lokasi Geopolitik Kawasan konflik/regional militer (contoh: Timur Tengah) Jenis Aktivitas Intrusi, malware, DDoS, phishing, brute-force Target Serangan Pemerintah, komunikasi, media, sektor kritikal Waktu Lonjakan Berbarengan saat eskalasi atau operasi militer Solusi Imperva WAF, DDoS protection, bot mitigation, log analytics Manfaat bagi Pelanggan Deteksi real-time, mitigasi otomatis, analisis forensik mendalam Kesimpulan Lonjakan aktivitas siber yang terjadi seiring operasi militer regional menegaskan korelasi kuat antara konflik geopolitik dan eskalasi ancaman dunia maya. Riset Imperva menyoroti bagaimana aktor ancaman memanfaatkan kekacauan tersebut untuk melancarkan berbagai jenis serangan dengan motif intelijen atau sabotase. Solusi keamanan berbasis WAF, DDoS protection dan bot mitigation seperti yang ditawarkan Imperva menjadi sangat penting untuk melindungi infrastruktur kritis di tengah turbulensi global. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
August 4, 2025

Perlindungan Pelanggan Imperva terhadap Ekploit ToolShell Zero Day pada Microsoft SharePoint

Pada 23 Juli 2025, Imperva Threat Research menerbitkan pengumuman bahwa pelanggan mereka telah dilindungi dari eksploit zero‑day kritikal di Microsoft SharePoint, dikenal sebagai ToolShell (CVE‑2025‑53770), dengan skor CVSS sangat tinggi yaitu 9.8. Eksploit ini memungkinkan penyerang melakukan eksekusi kode dari jarak jauh tanpa autentikasi (RCE), menyasar server SharePoint on‑premises, termasuk versi 2016, 2019, dan Subscription Edition . Lingkup Serangan dan Target ToolShell merupakan rangkaian eksploit yang memanfaatkan celah deserialization tidak aman dan bypass otentikasi. Awalnya ditemukan sejak 7 Juli 2025 dan telah memicu kenaikan ancaman oleh aktor negara seperti Storm‑2603, Linen Typhoon, dan Violet Typhoon yang telah menyasar 400+ organisasi global. Target utamanya adalah server SharePoint yang dapat diakses langsung dari internet, dimana penyerang berhasil mencuri ASP.NET MachineKeys, yang memungkinkan akses persistensi bahkan setelah patch diterapkan. Solusi Proteksi dari Imperva Imperva menegaskan bahwa pelanggannya tetap aman karena telah memasang mitigasi yang memadai dari platform mereka. Keamanan disediakan melalui deteksi lalu lintas mencurigakan dan filtering payload eksploitatif RCE, termasuk signature aktif untuk SMS dan WAF secara inline. Imperva juga menyediakan langkah-langkah tanggap seperti patch sharepoint segera, rotasi kunci kriptografi, dan integrasi antimalware seperti AMSI dan Microsoft Defender Antivirus . Dampak & Pengaruh bagi Pengguna Serangan ToolShell menunjukkan betapa berbahayanya zero-day exploit yang memanfaatkan kelemahan autentikasi dan deserialization. Eksploit ini telah menyebabkan kehilangan kontrol atas kunci kriptografi server dan potensi eskalasi ke ransomware seperti Warlock dan Lockbit . Oleh karena itu peran sistem proteksi inline seperti Imperva sangat krusial dalam memperkecil risiko serangan sebelum patch atau mitigasi lain dapat berjalan. Tabel Ringkasan ToolShell & Proteksi Imperva Elemen Uraian Target SharePoint Server 2016, 2019, Subscription Edition (on‑prem) CVE Utama CVE‑2025‑53770 (skor CVSS 9.8) Teknik Eksploit Zero‑day RCE, bypass autentikasi, insecure deserialization Aktor Ancaman Storm‑2603, Linen Typhoon, Violet Typhoon Dampak Potensial Pencurian MachineKeys, akses persisten, potensi ransomware Proteksi Imperva WAF/IPS inline, filtering payload ToolShell, mitigasi trafik eksploitatif Rekomendasi Mitigasi Patch cepat, rotasi kunci, AMSI/Defender AV, isolasi server Kesimpulan Imperva memastikan bahwa pelanggannya terlindungi dari eksploit zero‑day sangat berbahaya ToolShell pada Microsoft SharePoint. Meskipun exploit aktif terjadi secara global dan menyasar ribuan server, sistem proteksi inline dari Imperva berhasil menghentikan payload eksploitatif sebelum mencapai aplikasi backend. Artikel ini menunjukkan pentingnya lapisan pertahanan keamanan tambahan di luar patch tradisional, khususnya terhadap ancaman yang berubah cepat seperti zero-day exploit. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 30, 2025

Permukaan Perlindungan Data Terluas: Bagaimana Imperva Memberikan Cakupan Lengkap untuk Lingkungan Hybrid dan Multi-Cloud

Imperva Data Security Fabric (DSF) menjawab tantangan keamanan data modern di lingkungan hybrid dan multi‑cloud dengan menyediakan cakupan proteksi paling luas bagi semua jenis data dan repositori. Baik organisasi Anda menyimpan data di server lokal, cloud privat, public cloud, database, file share, atau platform SaaS, DSF mampu mengamankannya dengan pendekatan terpusat dan proaktif. 🔗 Cakupan Data Tanpa Batas Kekuatan utama DSF terletak pada dukungannya untuk lebih dari 100 jenis data repository, mulai dari sistem database legacy hingga cloud-native dan DBaaS modern seperti AWS, Azure, Google Cloud, MongoDB Atlas, dan Snowflake. Imperva mendesain platform ini agar database-agnostik, artinya sistem bisa diterapkan di mana pun data Anda berada—tanpa perlu alat berbeda. 🧩 Platform Terintegrasi & Sentralisasi Tidak perlu lagi mengelola banyak alat keamanan fragmentaris. DSF menggabungkan penemuan data (discovery), klasifikasi, monitor aktivitas, analitik risiko, hingga pengarsipan dan otomatisasi respons dalam satu dashboard terpusat. Ini menyederhanakan kompleksitas operasional dan mempercepat penanganan insiden. ⚙️ Monitoring Real-Time & Analitik Risiko DSF memantau semua aktivitas data—baik oleh pengguna biasa maupun privileged—dengan audit real-time dan machine learning. Sistem mendeteksi pola akses mencurigakan dan memadukannya dengan klasifikasi data sensitif (seperti nomor KTP, kartu kredit, data kesehatan) untuk menghasilkan alert yang relevan dan actionable. 📦 Dukungan Hybrid & Multi‑Cloud Data security modern membutuhkan konsistensi di seluruh lapisan deployment. Imperva DSF dirancang untuk bekerja mulus di lingkungan hybrid dan multi-cloud, memberikan kontrol kebijakan yang sama—baik untuk data on-premise maupun cloud-native seperti DBaaS, data lake, warehouse, dan file share. 🔄 Integrasi Ekosistem & Otomatisasi DSF terintegrasi dengan ratusan platform keamanan seperti SIEM, SOAR, threat intelligence dan playbook otomatis. Ini memperkuat investigasi insiden, memungkinkan otomatisasi respons, dan memanfaatkan data audit untuk memperkaya konteks ancaman di SOC. 🗃️ Manajemen Retensi & Arsip Otomatis Sistem audit DSF dapat menyimpan log hingga bertahun‑tahun dalam database NoSQL terkompresi dan deduplikatif, sehingga laporan kepatuhan atau audit forensik bisa diakses dalam hitungan detik—tanpa prosedur restore manual. 🛡️ Proteksi Tambahan: Masking, Tokenisasi & Enkripsi Selain monitoring, DSF juga mendukung kontrol data seperti data masking, tokenisasi, dan encryption, termasuk static masking untuk lingkungan pengujian. Semua ini dapat diterapkan tanpa merusak fungsionalitas sistem. 📊 Prioritas Risiko & Kepatuhan Otomatis DSF menyediakan tampilan prioritas risiko secara terpusat, memungkinkan tim keamanan fokus pada insiden yang kritis. Platform ini juga membantu mematuhi regulasi global seperti GDPR, HIPAA, SOX, PCI, dan lainnya—dengan otomatisasi pelaporan dan audit. 📊 Tabel Ringkasan Fitur Utama Imperva DSF Pilar Keamanan Data Fitur & Kemampuan Manfaat Bisnis Utama Cakupan Terluas Mendukung 100+ repository, DBaaS, file share, SaaS Proteksi lintas lingkungan IT tanpa alat ganda Platform Terpadu Discovery → Classify → Monitoring → Analytics → Automation Efisiensi operasional & visibilitas menyeluruh Monitoring Real-Time Audit data, ML anomaly detection, policy enforcement Mendeteksi ancaman secara cepat dan akurat Data Risk Analytics Filter false-positive, prioritisasi insiden Fokus pada ancaman nyata, bukan noise Retensi & Archive Sistem arsip otomatis, akses log historis instan Kepatuhan & forensik lebih mudah, tanpa restore manual Kontrol Data Sensitif Masking, tokenization, encryption Lindungi data bahkan saat di pengujian atau reporting Ekosistem Integrasi SIEM, SOAR, threat intel, automated playbooks Tanggapan otomatis & konteks insiden lebih kuat Compliance Global Otomatisasi kepatuhan GDPR, HIPAA, PCI, dll. Minimalkan risiko hukum dan audit 🎯 Kenapa Imperva DSF Pantas Dipertimbangkan? Satu Platform untuk Semua Data Anda tidak perlu alat berbeda untuk database, file share, atau SaaS—hanya DSF yang menyatukan semuanya secara native. Reduksi Noise Alert Dengan analytics kontekstual dan prioritasi risiko, tim keamanan lebih fokus pada insiden besar dan bukan peringatan kecil yang tidak berdampak. Strategi Zero Trust dan Least Privilege Kebijakan berbasis data-centric memadukan kontrol akses, monitoring, dan mask di satu sistem. Skalabilitas tanpa Beban Tambahan DSF dirancang untuk enterprise skala besar tanpa menambah staf IT, mempermudah administrasi security di seluruh estate. Dukungan Regulasi Keamanan Global Tanpa konfigurasi rumit, DSF membantu organisasi mematuhi berbagai regulasi industri besar secara otomatis. ✅ Kesimpulan Imperva Data Security Fabric memberikan solusi perlindungan data yang paling luas di industri saat ini. Dengan cakupan repository lengkap, platform terpadu, monitoring real-time, dan integrasi ekosistem yang kuat, DSF memungkinkan perusahaan memproteksi data sensitift di mana pun berada—lokal maupun cloud. Ini adalah pilihan tepat bagi organisasi yang ingin menyederhanakan postur keamanan data, mengurangi risiko kebocoran, dan mematuhi regulasi secara otomatis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 30, 2025

Melumpuhkan Bot Jahat: Imperva Stop Bots untuk Melindungi Data, Akun & Reputasi Bisnis

Bot otomatis terus berkembang menjadi ancaman serius bagi organisasi modern. Mulai dari scraping konten, pengambilalihan akun, hingga tindakan penipuan dan manipulasi analitik, serangan bot semakin canggih dan sulit diatasi. Imperva Stop Bots hadir untuk memberikan perlindungan terpadu tanpa mengganggu pengalaman pengguna asli. 💡 Risiko Bot Jahat dan Dampaknya Bot jahat (bad bots) menimbulkan dampak signifikan jika tidak ditangani: Pencurian data dan attrition konten: bot yang otomatis menyalin harga, deskripsi produk, dan konten proprietary dapat merusak daya saing dan reputasi. Ini juga digunakan untuk melatih model AI berbasis konten milik perusahaan. Imperial memblokir scraping data sensitif sehingga melindungi aset intelektual perusahaan. Pengambilalihan akun (Account Takeover): bot melakukan credential stuffing, brute-force, dan mengakses akun pelanggan untuk melakukan penipuan atau pencurian informasi. Imperva memanfaatkan machine learning dan behavioral analysis untuk mendeteksi pola login mencurigakan. Penimbunan Inventori (Scalping): bot membeli produk terbatas secara otomatis, menyebabkan produk tidak tersedia bagi pelanggan nyata. Imperva melindungi integritas penjualan dan kepercayaan pelanggan. Efektivitas analitik & anggaran marketing: lalu lintas bot merusak akurasi data marketing dan analitik, serta menyebabkan fraud iklan. Imperva memfilter lalu lintas otomatis agar analitik tetap andal. Efisiensi operasional: bot yang mencari celah keamanan atau menyusupi API menyebabkan beban berlebih dan gangguan layanan. Imperva mencegah bot mencapai infrastruktur utama sehingga menjaga performa aplikasi. 🛠️ Bagaimana Imperva Stop Bots Bekerja Deteksi Berlapis Menggunakan kombinasi teknik statis, challenge-based (CAPTCHA, JavaScript), dan behavioral analysis untuk mendeteksi bot berdasarkan pola perilaku dan fingerprint device. Fingerprint perangkat tingkat tinggi (Hi‑Def Device Fingerprint) menganalisis lebih dari 200 atribut seperti browser, JavaScript, canvas, TLS fingerprint, dan lainnya untuk mengidentifikasi bot meski berpindah IP. Machine Learning Adaptif Model AI/ML yang terus belajar mengenali aktivitas bot baru, bahkan yang belum pernah muncul sebelumnya. Behavioral biometrik seperti pergerakan mouse, swipe mobile, dan penggunaan accelerometer membantu mendeteksi bot yang melalui perangkat pengguna nyata. Respon Terkontrol Atur kebijakan respons sesuai skenario: throttle, CAPTCHA, challenge interaktif, atau langsung block. Fleksibilitas penerapan: domain, path tertentu, atau keseluruhan situs. Intelijen Global Real-Time Jaringan intelijen global Imperva mengumpulkan data bot dari seluruh pelanggannya. Update ancaman secara instan dibagikan ke semua pengguna untuk mencegah serangan yang sama di tempat lain. Lindungi Web, API & Mobile App Tidak hanya situs web, tetapi juga akses API dan aplikasi mobile dapat diamankan dari aktivitas bot jahat. 📈 Studi Kasus dan Dampak Nyata Peritel Otomotif Global: setelah menerapkan Imperva Bot Management, lalu lintas bot jahat memblokir otomatis dan penggunaan whitelist/blacklist manual dihilangkan. Efeknya: performa website meningkat hingga 25% dan menghemat sumber daya setara 1 FTE. Serangan Credential Stuffing di Sektor Finansial: Imperva menghentikan serangan ATO terbesar dengan lebih dari 500 juta permintaan login dalam 3 minggu—sistem multilayer segera mendeteksi dan memblokir tanpa menggangu pengunjung sah. Scraping Massal di Situs Lowongan Global: terlindung dari serangan web scraping besar yang menghasilkan 400 juta permintaan dari 400.000 IP unik selama 4 hari. Bot ini hendak mencuri profil pencari kerja—Imperva menghentikannya secara otomatis. 📊 Tabel Fitur & Manfaat Imperva Stop Bots Fitur Utama Deskripsi Manfaat bagi Bisnis Deteksi Multi-Teknik Kombinasi static, challenge-based, dan behavioral AI/ML Akurasi tinggi, minim false positive Hi‑Def Device Fingerprint 200+ atribut perangkat dianalisis Identifikasi bot meski berpindah IP Kebijakan Respons Fleksibel CAPTCHA, rate-limiting, throttle, block per path atau domain Kontrol granular dari pengalaman pengguna sampai API Intelijen Real-Time Global Data bot dari seluruh pelanggan terdistribusi cepat Perlindungan global proaktif Perlindungan Multi-Layer Web, API, Mobile App Proteksi menyeluruh di semua titik akses digital Analitik dan Dashboard Terperinci Visualisasi aktivitas, false positive report, informasi sumber bot Insight operasional jelas dan actionable 🎯 Kenapa Imperva Stop Bots Penting? Melindungi aset digital dari scraping konten dan pencurian data proprietary. Mencegah penipuan akun, bot stuffing dan login ilegal yang mengekspos brand ke risiko. Memperbaiki performa aplikasi, mengurangi beban infrastruktrur akibat lalu lintas otomatis. Mempercantik data marketing, dengan memfilter lalu lintas otomatis agar analytics valid. Menjaga reputasi pelanggan, memastikan pengalaman pengguna tidak terganggu akibat kebijakan keamanan agresif. ✅ Kesimpulan Imperva Stop Bots merupakan solusi bot mitigation kelas dunia yang menggabungkan fingerprinting canggih, analitik machine-learning, intelijen global, dan respons otomatis untuk menghentikan serangan bot jahat tanpa mengorbankan pengalaman pengguna. Cocok untuk industri e‑commerce, travel, finansial, media, dan layanan publik yang rentan terhadap bot scraping, ATO, dan manipulasi analitik. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 17, 2025

Di Balik Pemesanan: Bagaimana Bot Merongrong Pendapatan Maskapai Penerbangan

Pendahuluan Industri penerbangan saat ini menjadi target utama serangan bot berbahaya (bad bots). Menurut Grainne McKeever di Imperva, bot jahat ini menggunakan otomatisasi untuk mengekstraksi informasi tarif, memegang kursi tanpa niat bayar (“seat spinning”), melakukan tindakan penipuan, dan mengakses akun loyalitas penumpang. Alih-alih hanya masalah teknis, keberadaan bot ini berdampak signifikan terhadap pendapatan, efisiensi operasional, dan reputasi maskapai. Mengapa Bot Merusak Rasio Look-to-Book Maskapai Maskapai biasanya menggunakan rasio look-to-book (berapa banyak pencarian dibandingkan pemesanan nyata) untuk mengelola harga, persediaan, dan strategi penjualan. Namun, bot yang melakukan pencarian otomatis meningkatkan rasio palsu: Sinyal permintaan menjadi berlebihan Harga menjadi salah cukup tinggi Infrastruktur server terlalu banyak disediakan Strategi pemasaran dan rute menjadi tidak efektif Bot membesar-besarkan data pencarian tanpa ada pembelian sebenarnya, sehingga memengaruhi sistem revenue management. Dampak Nyata Bot pada Maskapai Bot tidak hanya merusak data pencarian, tetapi juga membawa kerugian nyata: Biaya Infrastruktur yang Melonjak: Trafik bot tetap dihitung dalam penggunaan server dan bandwidth. Pencurian Data Harga & Persaingan: Kompetitor atau pihak ketiga menyedot data tarif dan kursi untuk kepentingannya. Kerugian Pendapatan Langsung: Pelanggan diarahkan ke platform ketiga, melewatkan penjualan langsung dan upsell layanan. Kerusakan Reputasi & Kepercayaan Pelanggan: Serangan pada akun loyalitas menurunkan kepercayaan konsumen . Tiga Masalah Bot Utama Artikel tersebut mengidentifikasi tiga ancaman utama yang dibawa bot: Scraping Tidak Sah Bot mengambil data harga dan ketersediaan secara otomatis, menyalahi perjanjian OTAs resmi, sehingga merampas peluang upsell dan merusak strategi penetapan harga. Seat Spinning Bot memesan kursi untuk ditahan tanpa pembayaran, menciptakan ilusi penuh lalu ditinggalkan, menyebabkan pelanggan asli kehilangan kursi dan mendorong resell melalui saluran lain. Akses Akun Loyalitas (Credential Stuffing) Bot melakukan login masal ke akun pengguna loyalitas dengan pencocokan kredensial yang bocor, lalu mencuri poin atau informasi pribadi—mengurangi kepercayaan pelanggan dan meningkatkan biaya layanan pelanggan serta investigasi . Mengapa Maskapai Jadi Target Empuk? Beberapa alasan mengapa maskapai menjadi sasaran: Inventaris Bernilai Tinggi: Harga tiket tinggi dan sensitif waktu, membuat kursi dapat dijual ulang dengan margin tinggi. Monetisasi Cepat: Kursi yang diborong bisa langsung dijual kembali atau digunakan skema afiliasi. Data Harga Berharga: Bot menjual real-time fare data untuk analisis pasar. Potensi Pelanggaran Teknis: Banyak situs maskapai masih rentan terhadap bot karena sistem proteksi dasar. Akun Loyalitas Berharga: Poin loyalitas bisa dicuri dan diperdagangkan untuk keuntungan langsung . Dampak Bisnis Bot Bot tidak hanya berdampak teknis, tetapi juga strategi: Penurunan pendapatan dari kesalahan harga Pelanggan beralih ke platform pihak ketiga Infrastruktur menjadi terlalu mahal Penurunan kepercayaan karena penipuan akun Kehilangan peluang upsell seperti bagasi dan makan Alih strategi pemasaran dari data yang salah Tabel Ringkasan Ancaman Bot & Efeknya Ancaman Bot Dampak Utama Scraping tarif Merusak data look-to-book, harga, strategi pemasaran Seat Spinning Kursi ditahan tanpa pembayaran, persediaan palsu, frustasi pelanggan Credential Stuffing Akun loyalitas dibajak, data bocor, biaya forensik dan dukungan pelanggan Infrastruktur Trafik bot menyebabkan biaya hosting meningkat Pencurian Data Harga Kompetitor memanfaatkan data, menggerus keunggulan bisnis maskapai Kesimpulan & Rekomendasi Bot jahat telah berkembang menjadi ancaman strategis yang mengancam omzet, data, dan kepercayaan pelanggan industri penerbangan. Solusi tradisional seperti IP block atau CAPTCHA tidak lagi cukup. Maskapai perlu mengadopsi bot mitigation canggih yang memanfaatkan analisis perilaku, device fingerprinting, dan kecerdasan buatan untuk: Mengidentifikasi pola bot dan membedakannya dari aktivitas manusia Melindungi API dan aplikasi mobile, bukan hanya situs web Mengatur proteksi end-to-end: web, mobile, hingga infrastruktur backend Tanpa langkah ini, maskapai akan terus kehilangan pendapatan, kehilangan pelanggan, dan tertinggal dalam persaingan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 17, 2025

CVE 2025 5777 (CitrixBleed 2): Memaparkan Fatalitas Memory Leak pada Citrix NetScaler

Komunitas keamanan siber kembali diingatkan akan ancaman serius pada perangkat Citrix NetScaler, menyusul ditemukan CVE‑2025‑5777, alias CitrixBleed 2. Setelah insiden serupa pada 2023 (CitrixBleed), kerentanan ini memungkinkan penyerang mengekstrak data memori sensitif—seperti token sesi, kredensial login, hingga informasi admin—melalui bug memory leak pre-authentication pada endpoint /p/u/doAuthentication.do . Skor resiko CVSS mencapai 9,3—sangat kritis. Penyerang mengirim HTTP POST khusus tanpa nilai parameter login, memicu leak memori yang tersisa pada stack dan dikembalikan dalam respon XML, rata‑rata 127 byte per request. Teknik ini mudah diotomatisasi sehingga berdampak global. Bagaimana CVE‑2025‑5777 Bekerja? Penyerang mengirim HTTP POST ke /p/u/doAuthentication.do dengan parameter login tanpa tanda sama dengan. Kesalahan penanganan memori menyebabkan variabel tidak terinisialisasi. Respon XML menyertakan elemen <InitialValue> berisi data memori rawak dari stack. Proses ini dapat diulang berkali‑kali, memungkinkan ekstraksi massal data sensitif . Eksploitasi di Dunia Nyata Sejak Juli 11, 2025: Terjadi lebih dari 11,5 juta serangan. Industri jasa keuangan menjadi target terbanyak (~40%). Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Spanyol tercatat sebagai 75% dari total serangan. Kasus ini telah dimasukkan dalam daftar Known Exploited Vulnerabilities CISA, dan bukti konsep (proof‑of‑concept) telah tersebar luas secara publik. Banyak peneliti (ReliaQuest, watchTowr, Horizon3.ai) juga mengamati aktivitas scanning global dilakukan secara otomatis. Perlindungan Imperva Organisasi yang menggunakan solusi Imperva sudah terlindungi: WAF dan API Security Imperva memiliki signature khusus untuk mendeteksi dan memblokir request anomali — termasuk body POST tak wajar atau header yang mencurigakan. Blokir berdasarkan pola exploit PoC dan trafik nyata. Pembaruan signature berjalan otomatis via Threat Radar, memastikan perlindungan berkelanjutan . Rekomendasi Tindakan Organisasi yang memiliki Citrix NetScaler ADC atau Gateway wajib: Segera patch perangkat ke versi terbaru (14.1‑43.56+, 13.1‑58.32+, 12.1‑55.328‑FIPS+). Pastikan Imperva WAF/API Security aktif dalam mode blocking untuk rule CVE‑2025‑5777. Periksa log WAF dan aplikasi untuk indikasi eksploitasi sebelumnya. Implementasikan monitoring lanjut guna mendeteksi kebocoran memori yang tidak wajar. Tabel Ringkasan Ancaman & Perlindungan Aspek Rincian Kerentanan Memory leak pre-auth pada /p/u/doAuthentication.do Skor Resiko CVSS 9.3 (Kritis) Informasi Tersandung Sesi token, cookie, kredensial plaintext, data admin Skop Serangan >11,5 juta percobaan; 40% target di Finance; 75% di AS, Jepang, Spanyol Perlindungan Imperva Signature WAF/API, blokir otomatis, Threat Radar update Tindakan Direkomendasikan Patch segera, aktifkan WAF blocking, audit log, tingkatkan monitoring Kesimpulan CVE‑2025‑5777 alias CitrixBleed 2 menghadirkan ancaman signifikan terhadap Citrix NetScaler—dapat menyebabkan kebocoran memori yang mengekspos informasi sensitif. Kombinasi HTTP POST sederhana dengan parameter manipulatif membuat serangan sangat praktis dan masif. Meskipun Imperva telah menyediakan perlindungan baik melalui WAF/API, patch sistem tetap menjadi prioritas utama. Langkah selanjutnya meliputi pemantauan mendalam dan konfigurasi WAF aktif untuk menjaga integritas aplikasi, data, dan jaringan. Jika Anda menggunakan Citrix NetScaler, pastikan segera memperbarui sistem, mengaktifkan proteksi Imperva, dan rutin mengaudit log keamanan. Dengan begitu, Anda dapat mencegah eksploitasi yang merusak kepercayaan, integritas data, dan kesinambungan layanan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 15, 2025

Langkah Awal dalam Melindungi API: Fokus pada Penemuan untuk Keamanan Menyeluruh

Kenapa Keamanan API Semakin Mendesak Di era digital, API adalah fondasi berbagai aplikasi dan layanan modern. Namun, kecepatan pengembangan dan tingginya volume panggilan API sering membuat tim keamanan kewalahan. Bagaimana mungkin melindungi sesuatu jika belum sepenuhnya terlihat? Imperva menawarkan solusi dengan fitur baru Unlimited Discovery‑Only pada Cloud Web Application Firewall (CWAF) Add‑On, yang mengutamakan visibilitas penuh terhadap seluruh aset API sebelum menerapkan aturan keamanan atau inspeksi mendalam . Kenapa “Discover First” itu Kritis Tanpa inventaris API yang lengkap, banyak risiko tersembunyi seperti endpoint yang tak dikenal, kebocoran data, atau ketidaksesuaian dengan regulasi. Fitur Unlimited Discovery membantu menciptakan peta menyeluruh dari semua endpoint API yang aktif—bahkan yang tidak terdokumentasi—tanpa harus langsung mengaktifkan inspeksi atau penegakan aturan. Ini membantu audit, mengidentifikasi titik lemah, dan menuntun pada pengamanan yang lebih terarah . Tahapan dalam Perjalanan Keamanan API Imperva menyarankan tiga fase strategis saat mengamankan API: Aktifkan Unlimited Discovery‑Only Melalui panel CWAF, cukup aktifkan mode ini untuk memulai pemantauan API secara terus-menerus. Analisis Inventaris Anda Tinjau laporan yang dihasilkan: panduan untuk mengerucutkan endpoint penting, klasifikasi data sensitif, dan identifikasi API tersembunyi atau tidak sah. Perencanaan Proteksi Bertahap Berdasarkan hasil penemuan, buat roadmap mitigasi: mulai dari memperketat akses, menegakkan kebijakan keamanan, hingga mengaktifkan inspeksi lanjutan dan penanggulangan ancaman seperti business logic attacks, BOLA, atau OWASP API Top 10 . Manfaat Besar dari Pendekatan Penemuan Dulu Aspek Penemuan Dulu (Unlimited Discovery‑Only) Keamanan Tradisional Visibilitas API Inventaris menyeluruh dari semua endpoint API aktif, termasuk yang tak terdokumentasi Hanya endpoint publik atau yang diketahui Pelaporan Regulasi Data lengkap untuk audit kepatuhan (misalnya privasi data) Sulit memenuhi audit lengkap tanpa data menyeluruh Prioritas Keamanan Prioritas berdasarkan risiko aktual dan data sensitif Semua endpoint dianggap sama, risiko tersebunyi Langkah Bertahap Fase penemuan → perencanaan → implementasi keamanan dengan kontrol saksama Cepat tapi rawan false positives & gangguan bisnis Menjawab Ancaman API: Dari Temuan ke Perlindungan Lengkap API tidak hanya menerima panggilan masuk (north/south); mereka juga berinteraksi satu sama lain di belakang layar (east/west). Penemuan otomatis memungkinkan tim keamanan memetakan lalu lintas antar layanan, yang sering diabaikan oleh API gateway tradisional. Dengan begitu, setelah penemuan lengkap: Deteksi pola akses mencurigakan di seluruh layanan, Klasifikasi dan melindungi data sensitif berdasarkan payload, Dengarkan dan pantau perubahan schema API secara real-time, Terapkan model “positive security” berbasis spesifikasi yang cocok untuk audit dan mitigasi. Langkah Berikutnya: Hadapi Ancaman dengan Proaktif Setelah fase pertama penemuan, Imperva menyarankan langkah lanjut: Assessment Risiko: Analisa apa endpoint paling rentan dan jenis data yang dilindungi. Enforcement Kebijakan: Atur aturan akses API sesuai kebutuhan. Threat Prevention: Aktifkan inspeksi lanjutan untuk menghentikan ancaman seperti injeksi, BOLA, logika rusak, dan serangan otomatis (bots). Automasi dan Pemantauan: Gunakan dashboard untuk mengidentifikasi perubahan secara real-time dan merespons secara otomatis. Kesimpulan: Penemuan API adalah Titik Awal Keamanan Nyata API adalah target utama serangan modern, sehingga visibilitas lengkap menjadi kunci untuk keamanan menyeluruh. Unlimited Discovery‑Only di CWAF Imperva adalah fondasi strategi “discover first” yang efektif—tanpa mengganggu operasional. Dengan inventaris lengkap dan klasifikasi data, organisasi dapat merumuskan perlindungan API yang sesuai, memprioritaskan risiko, dan melindungi payload sensitif. Idealnya, fase berikutnya memperkuat pertahanan lewat penegakan kebijakan dan inspeksi otomatis, menyediakan keamanan menyeluruh terhadap tantangan seperti BOLA dan OWASP Top 10. Memulai dari penemuan (discovery) membuat keamanan API lebih tajam, akurat, dan efektif—sebuah strategi yang disarankan untuk siapa saja yang serius melindungi sistem modern dan data kritis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 15, 2025

Memperkuat API Bisnis: Solusi Imperva untuk Deteksi & Mitigasi Ancaman Logika Bisnis

API: Tulang Punggung Aplikasi Modern yang Rentan API kini menjadi jantung dari aplikasi digital—menggerakkan integrasi layanan, otomatisasi, dan personalisasi. Namun, ini juga meningkatkan risiko, terutama ketika eksposur logika bisnis salah diatur (seperti Broken Object Level Authorization, atau BOLA), yang dapat membuka celah bagi pelanggaran data dan manipulasi fungsi. Menurut riset Imperva, lebih dari 44% serangan bot canggih kini menyasar API, dibandingkan hanya 10% ke aplikasi web tradisional. Imperva: Melindungi API dari Ancaman Berlapis Blog terbaru Imperva membahas strategi komprehensif untuk menutup celah API: Eksposur (Expose) Inventarisasi otomatis endpoint API—autodiscovery memberikan visibilitas penuh terhadap semua API, termasuk yang tidak terdokumentasi—untuk memastikan semua titik rentan teridentifikasi . Penahanan (Contain) Dengan modul inline seperti Cloud WAF dan WAF Gateway, serangan yang terdeteksi dapat langsung diblokir secara otomatis. Ketika pola seperti BOLA terdeteksi, sistem mengambil tindakan cepat untuk menghentikan sesi berbahaya. Mitigasi (Mitigate) Setelah serangan dihentikan, sistem secara real-time mengirim log dan notifikasi ke tim keamanan atau platform SIEM/SOAR untuk investigasi, korelasi, dan respon lebih lanjut . Mekanisme Deteksi Tingkat Lanjut Imperva menggunakan teknologi hybrid: Analisis berbasis perilaku (behavioral) mengenali pola akses API yang tidak wajar. Aturan keamanan (rule-based) berfokus pada deteksi pola ancaman seperti BOLA, API tanpa otentikasi, atau API usang. Kedua metode ini bekerja sinergis untuk memberikan deteksi efektif tanpa mengganggu pengalaman pengguna. Nilai Lebih dari Pendekatan Terpadu Satu dashboard terpadu memungkinkan tim keamanan untuk menangani penemuan, penilaian, dan mitigasi API dalam satu antarmuka. Skalabilitas deployment fleksibel: Mendukung lingkungan cloud dan on-premise dengan pendekatan privasi-berorientasi. Perlindungan instan: Inline blocking dapat menghentikan serangan secara otomatis, tanpa perlu perubahan kode. Integrasi otomatis via SIEM/SOAR mendukung orkestrasi respons insiden secara menyeluruh. Tabel: Fitur & Manfaat Imperva API Security Fungsi Pendekatan Imperva Nilai Nyata untuk Bisnis Eksposur API Auto‑discovery endpoint Menutup blind spot API, mengurangi risiko yang tidak terpantau Deteksi Ancaman Engine hybrid behavior + rule‑based (termasuk BOLA) Akurasi tinggi dan cepat tanggap terhadap ancaman logika bisnis Koreksi Instan Inline mitigation via WAF cloud & on‑premise Blokir ancaman secara real-time tanpa ganggu pengguna Analisis & Automasi Integrasi ke SIEM/SOAR Respon insiden cepat, audit trail, compliance lebih baik Konsol Terpadu UI untuk monitoring, konfigurasi, dan pelaporan Minimalkan kompleksitas, percepat workflow tim keamanan Deployment Fleksibel Dukungan untuk cloud, on-premise, atau hybrid, dengan prioritas keamanan data Sesuai kebutuhan bisnis dan regulasi privasi Kenapa Ini Penting? BOLA di Indonesia: Banyak aplikasi internal rapuh dalam otorisasi objek—menggunakan Imperva dapat mencegah eksploitasi dan potensi pencurian data. Regulasi ketat: GDRP dan UU PDP mengharuskan perlindungan data pribadi—API security menjadi wajib. Perlindungan tanpa gangguan: Solusi inline memungkinkan pencegahan ancaman secara cepat tanpa menghambat fungsionalitas aplikasi. Kesimpulan Imperva memperkuat posisi sebagai pionir API Security dengan strategi end-to-end: menemukan titik API, mendeteksi ancaman berlapis, dan merespons otomatis. Melalui kombinasi teknologi behavioral dan rule-based detection, serta inline mitigasi, perusahaan dapat menjaga API mereka aman dari ancaman canggih seperti BOLA, tanpa perlu merombak arsitektur aplikasi. Inilah standar baru yang ditetapkan Imperva dalam mengamankan backbone digital organisasi modern. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 15, 2025

Langkah Awal dalam API Security: Temukan Dulu, Lindungi Sepenuhnya

Mengapa Visibilitas API Jadi Prasyarat Keamanan API merupakan fondasi aplikasi modern yang menggerakkan ekosistem digital. Namun, ratusan atau ribuan API—terutama yang tersembunyi atau undocumented—dapat menciptakan blind spot dalam keamanan. Imperva memperkenalkan solusi Unlimited Discovery‑Only di Cloud WAF add-on, memungkinkan pemantauan API tanpa mengganggu sistem. Ini memberi organisasi visibilitas lengkap atas semua API—termasuk yang tidak terdokumentasi—tanpa biaya atau komitmen awal apa pun. Eksplorasi Fase Pertama: “Discover First” Inventarisasi Otomatis Sistem ini mengidentifikasi semua endpoint API publik, privat, dan tersembunyi, memberi tim keamanan overlay lengkap dari landscape API perusahaan . Pemetaan Skema API Setelah ditemukan, API diklasifikasi berdasarkan pola panggilan dan struktur payload. Ini memungkinkan pembentukan skema API yang awal—dasar nanti digunakan dalam enforcement dan monitoring . Perbaikan Berkelanjutan Setiap perubahan atau penambahan API baru terpantau langsung, sehingga repository API selalu mutakhir. Dengan visibilitas menyeluruh, organisasi dapat menilai area risiko: endpoint tanpa autentikasi, API deprecated yang belum dicabut, atau shadow API yang tidak dikelola. Menyusul Eksplorasi: Fase “Defend Fully” Setelah API ditemukan dan diklasifikasi, langkah selanjutnya adalah menerapkan proteksi berlapis: Schema Enforcement Terpilih Bukan semua API dipaksa menerapkan skema ketat—hanya yang sudah stabil dan mapan. Ini mencegah false positives dan mengurangi overhead tanpa mengorbankan keamanan . Deteksi Runtime Lanjutan Imperva mengombinasikan detection berbasis perilaku (behavioral) dengan rule-based engine untuk mendeteksi ancaman, seperti Broken Object Level Authorization (BOLA), data leakage, atau pola anomali request. Perlindungan Inline Otomatis Ketika aktivitas mencurigakan terdeteksi di runtime, sistem WAF akan langsung mengintervensi: membatasi panggilan API, memblokir sesi, atau menerapkan kebijakan mitigasi lain — tanp memperlambat performa aplikasi . Integrasi ke SIEM/SOAR Setelah pemblokiran otomatis, semua log dan event keamanan dikirim ke platform SIEM atau SOAR untuk proses korelasi, investigasi mendalam, dan respons lanjutan secara real-time. Ringkasan Manfaat Tahapan Imperva Tahap Langkah Manfaat Nyata Discover First Inventarisasi dan klasifikasi API secara otomatis Menyingkap shadow APIs dan mengurangi blind spot keamanan Assess Risk Identifikasi masalah seperti API tanpa autentikasi Memprioritaskan proteksi sesuai dengan tingkat risiko nyata Enforce Schema Penerapan kebijakan hanya pada API matang Mengurangi false positive dan beban operasional Detect Runtime Monitoring perilaku + rule engine untuk anomali Deteksi serangan business logic seperti BOLA Mitigate Inline Automatic blocking melalui WAF saat terjadi ancaman Perlindungan real-time tanpa gangguan UX atau pengembang Investigate & Automate Integrasi log ke SIEM/SOAR untuk respons lanjutan Respon cepat, compliance audit, dan dokumentasi insiden rapi Mengapa Pendekatan Ini Esensial Kelak API Akan Berlipat Ganda: Tanpa visibilitas awal, API baru mudah terabaikan. False Positive Merusak Operasional: Proses enforcement yang terlalu agresif dapat mengganggu fungsi vital aplikasi. Automasi yang Efisien: Inline mitigation menyediakan proteksi cepat tanpa campur tangan manual. Keamanan Sesuai Regulasi: Skema dan klasifikasi mendukung audit dan praktik terbaik seperti OWASP API Top 10. Kesimpulan Doktrin Discover First, Defend Fully memungkinkan organisasi: Menemukan semua API yang ada, Menilai risiko setiap endpoint, Melindungi yang rentan tanpa mengganggu yang stabil, Mendeteksi ancaman secara real-time, Merespons dan menganalisis insiden secara otomatis. Imperva API Security memperkuat setiap tahap dengan kombinasi teknologi canggih—auto discovery, behavioral analytics, rule-based engine, dan integrasi SIEM/SOAR—untuk membangun strategi API security yang komprehensif dan scalable. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan imperva indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi imperva.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • Previous
  • 1
  • …
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • …
  • 13
  • Next

Imperva Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Imperva. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • imperva@ilogoindonesia.id